Kontributor : Munir / Editor : Moh. Hefni M
WONOMERTO, 26 Juli 2026 – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo masa khidmat 2026–2031 menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program prioritas pemerintah. Dalam Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) I yang digelar di Pondok Pesantren Al-Barokah Tunggak Cerme, Kecamatan Wonomerto, PCNU secara resmi memasukkan gerakan pencegahan stunting dan pernikahan dini sebagai agenda program unggulan organisasi.
Langkah ini dinilai sangat strategis dalam upaya menyelamatkan generasi masa depan serta memperkuat ketahanan keluarga, khususnya di wilayah Kabupaten Probolinggo. Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo, Teguh Mahameru Zainul Hasan, menegaskan bahwa forum ini menjadi pijakan awal untuk merumuskan program yang menyentuh langsung kebutuhan umat.

Guna memaksimalkan eksekusi di lapangan, PCNU meluncurkan sistem koordinasi baru melalui enam Koordinator Bidang (Koorbid) di bawah pembinaan jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah. Struktur baru ini diharapkan mampu mempercepat sinergi antarlembaga dan badan otonom (Banom) dalam mengedukasi masyarakat terkait bahaya pernikahan anak dan pentingnya pemenuhan gizi untuk mencegah stunting.
Hadir dalam pembukaan Muskercab I tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo yang diwakili oleh Kepala Subbagian Tata Usaha, Muhammad Sa’dun, didampingi Kasi PD Pontren dan Kepala KUA Wonomerto, Wawan Ali Suhuidi.
Kehadiran unsur Kemenag ini mempertegas kesiapan pemerintah untuk berkolaborasi dengan jajaran ulama dan umara dalam menekan angka pernikahan usia dini yang menjadi salah satu pemicu utama melonjaknya kasus stunting.
Selain fokus pada isu sosial-keagamaan, Muskercab I yang juga dihadiri oleh jajaran Forkopimcam, anggota DPRD, TNI-Polri, dan kepala desa ini turut membahas program besar lainnya. Di antaranya adalah realisasi pendirian Perguruan Tinggi NU, optimalisasi Badan Usaha Milik NU (BUMNU), penguatan kaderisasi, serta gerakan Koin NU Peduli untuk kemandirian umat, pencegahan konflik sosial, Pencegahan Radikalisme, Terorisme, Penguatan dan Pendampingan Majelis Taklim disemua ranting NU.
