Logo Bimas Islam
IkhlasBerdampakGuiding, Inspiring, Transforming
BerandaBeritaMenteri Agama RI: Masjid Harus Menjadi Pusat Kemanusiaan dan Pemberdayaan Umat

Menteri Agama RI: Masjid Harus Menjadi Pusat Kemanusiaan dan Pemberdayaan Umat

2 Agustus 2026
Humas Bimas Islam

Kontributor : Ainun Najib / Editor : Lutfi Hidayat

Surabaya, (2 Agustus 2026)– Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat kemanusiaan, pemberdayaan umat, serta penguatan persatuan dalam kehidupan masyarakat Islam. Penegasan tersebut disampaikan saat memberikan tausiah dalam kegiatan Tabligh Akbar yang berlangsung khidmat di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya pada 02/08/2026.

Dalam ceramahnya, Menag mengawali dengan menjelaskan makna filosofis sujud sebagai simbol ketundukan total seorang hamba kepada Allah Swt. Menurutnya, sujud (sajada) merupakan bentuk penyerahan diri yang paling sempurna, ketika manusia meletakkan bagian tubuh yang paling mulia, yaitu kepala, di atas tanah sebagai wujud kerendahan hati dan kepasrahan di hadapan Sang Pencipta.

“Seorang sājid adalah pribadi yang mampu melepaskan diri dari kesombongan dunia dan mengabdikan seluruh kehidupannya kepada Allah Swt. Pada hakikatnya, seluruh ciptaan Allah senantiasa bertasbih kepada-Nya, meskipun manusia tidak memahami bahasa mereka,” ujarnya.

Lebih lanjut, Menag menjelaskan bahwa sejak masa Rasulullah saw., masjid memiliki fungsi yang jauh lebih luas daripada sekadar tempat pelaksanaan ibadah ritual. Masjid menjadi pusat pendidikan, pembinaan umat, musyawarah, hingga pelayanan sosial bagi masyarakat. Ia mencontohkan kedekatan sahabat Abu Hurairah dengan Masjid Nabawi sebagai gambaran bagaimana masjid menjadi pusat kehidupan umat Islam pada masa itu.

Karena itu, Menag mengingatkan agar masjid tidak dijadikan sebagai ruang untuk menyebarkan provokasi maupun memecah belah persatuan umat. Sebaliknya, masjid harus menjadi tempat yang menghadirkan kedamaian, memperkuat ukhuwah, serta menumbuhkan nilai-nilai ketakwaan dan kasih sayang.

Dalam kesempatan tersebut, Menag juga menyoroti pentingnya peran imam dalam kehidupan umat. Menurutnya, imam bukan hanya memimpin pelaksanaan salat, tetapi juga menjadi penghubung antara manusia dengan Allah Swt. sekaligus pembimbing yang mempersatukan jamaah.

“Jangan pernah meremehkan imam, karena ia memegang peran penting dalam membimbing dan mempersatukan umat,” tegasnya.

Menag menambahkan, seiring perkembangan zaman, fungsi masjid terus berkembang menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Selain menjadi pusat ibadah dan pembinaan umat, masjid juga dapat berperan sebagai pusat pelayanan masyarakat, seperti posko mudik, tempat perlindungan sementara, hingga pusat kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Mengakhiri tausiahnya, Menag mengajak seluruh umat Islam untuk terus memakmurkan masjid serta menjadikannya sebagai rumah kemanusiaan yang memuliakan setiap insan dan menjadi pusat lahirnya nilai-nilai kasih sayang, persatuan, serta keberkahan bagi seluruh masyarakat.

Kegiatan Tabligh Akbar tersebut berlangsung dengan penuh khidmat dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Momentum ini diharapkan semakin menguatkan komitmen bersama dalam mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat peradaban, pemberdayaan umat, dan pelayanan kemanusiaan sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.

TAGS:BERITABIMAS ISLAMLAYANAN
Bagikan: