Logo Bimas Islam
IkhlasBerdampakGuiding, Inspiring, Transforming
BerandaBeritaMUI Banyuanyar Gelar Konsolidasi, Kawal Tausiyah HUT RI dan Antisipasi Radikalisme

MUI Banyuanyar Gelar Konsolidasi, Kawal Tausiyah HUT RI dan Antisipasi Radikalisme

27 Juli 2026
Humas Bimas Islam

Kontributor : Syaiful Bahri

BANYUANYAR, 27 Juli 2026

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Banyuanyar menggelar rapat konsolidasi pengurus di Aula Pondok Pesantren Bahrul Huda, Klenang Kidul, Sabtu (25/7/2026). Pertemuan ini bertujuan menindaklanjuti tausiyah MUI Kabupaten Probolinggo Nomor: 06/TSH/MUI/MUI.KAB.PROB/VII/2026 terkait pedoman pelaksanaan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia.

Rapat yang dipimpin oleh Sekretaris MUI Banyuanyar ini dihadiri oleh 90 persen pengurus. Turut hadir dalam acara tersebut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka), termasuk Camat Banyuanyar, Hudan Kurniawan dan perwakilan penyuluh agama islam Kemenag Kabupaten Probolinggo.

Ketua MUI Kecamatan Banyuanyar, Kyai Hilmi Thalib, menegaskan bahwa tausiyah dari kabupaten merupakan pedoman moral yang wajib diwujudkan dalam langkah nyata. Ia mengimbau seluruh jajaran untuk menyemarakkan HUT RI dengan semangat persatuan, ukhuwah, dan cinta tanah air.

Merespons hal itu, Camat Banyuanyar, Hudan Kurniawan, mengapresiasi langkah cepat MUI. Ia menyatakan kesiapan pemerintah kecamatan untuk mendukung penuh agar arahan dalam tausiyah tersebut terlaksana secara optimal di masyarakat.

Selain membahas persiapan HUT RI, pertemuan ini juga menghadirkan perwakilan Idensos Densus 88 AT Polda Jawa Timur, Andika. Dalam sosialisasinya, Andika mengingatkan pentingnya membentengi generasi muda dari bahaya paham radikalisme dan terorisme, terutama yang menyebar melalui media sosial. Ia mengajak tokoh agama dan keluarga untuk memperkuat literasi digital serta menanamkan nilai keagamaan yang moderat.

Melalui konsolidasi ini, MUI Banyuanyar berharap peringatan kemerdekaan tahun ini tidak hanya meriah, tetapi juga menjadi momentum memperkuat nasionalisme dan ketahanan masyarakat terhadap ancaman yang dapat memecah belah bangsa.

TAGS:BERITABIMAS ISLAMLAYANAN
Bagikan: