Kontributor : Humas Bimas, Muh. Hefni / editor : Lutfi Hidayat
PROBOLINGGO – Komitmen Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo dalam membangun generasi muda yang berkualitas terus diwujudkan melalui program Penyuluh Go To School (PGS). Sebagai salah satu program prioritas kepenyuluhan, para Penyuluh Agama Islam yang tersebar di 24 kecamatan melaksanakan sosialisasi dan bimbingan mengenai pencegahan perkawinan anak, sekaligus menggelar Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) sebagai bagian dari upaya mencetak Generasi Emas Indonesia serta penguatan Early Warning System (EWS) dalam mencegah berbagai persoalan remaja, Rabu (15/07/2026).
Kegiatan berlangsung secara serentak di berbagai sekolah dan madrasah, baik yang berada di bawah naungan Kementerian Agama maupun Dinas Pendidikan. Beberapa lembaga yang menjadi lokasi pelaksanaan di antaranya SMKN 1 Wonomerto, Yayasan Darul Mukhlasin Tegalsiwalan, MTs Darus Salam Tongas, SMPN 2 Bantaran, MTs. Walisongo Gending dan SMAN 1 Leces, serta sejumlah sekolah dan madrasah lainnya di wilayah Kabupaten Probolinggo.
Melalui program ini, para penyuluh tidak hanya memberikan pemahaman mengenai bahaya perkawinan anak dari aspek hukum, kesehatan, pendidikan, sosial, dan ekonomi, tetapi juga mengajak para pelajar untuk membangun karakter, merancang masa depan, serta menjadikan pendidikan sebagai investasi utama dalam meraih cita-cita.
Materi BRUS juga menekankan pentingnya kesiapan mental, spiritual, dan ekonomi sebelum memasuki jenjang pernikahan. Dengan pendekatan yang komunikatif dan interaktif, para siswa diajak berdiskusi mengenai tantangan remaja masa kini, penguatan nilai-nilai keagamaan, serta pentingnya menjaga diri dari perilaku yang berisiko.
Ketua PD IPARI Kabupaten Probolinggo, H. Suharto, S.HI., M.Pd.I, menyampaikan bahwa Penyuluh Go To School merupakan wujud nyata kehadiran penyuluh agama dalam menjawab tantangan zaman.

“Penyuluh agama tidak hanya hadir di tengah masyarakat, tetapi juga harus hadir di lingkungan pendidikan. Melalui Penyuluh Go To School dan BRUS, kami ingin membangun kesadaran generasi muda agar mampu merencanakan masa depannya dengan baik, menjauhi perkawinan anak, serta menjadi generasi yang berakhlak, cerdas, sehat, dan berdaya saing. Inilah ikhtiar bersama dalam menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.” Jelasnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, H. Imammuddin Nur Fajri, S.Ag., M.HI., yang akrab disapa Mas Imam, saat ditemui tim redaksi Bimaispro.com, menegaskan bahwa pencegahan perkawinan anak tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Penyuluh Go To School merupakan salah satu strategi preventif Kementerian Agama dalam memperkuat edukasi kepada generasi muda. Melalui pendekatan langsung di sekolah dan madrasah, kami ingin membangun kesadaran sejak dini tentang pentingnya pendidikan, kesehatan reproduksi, kesiapan berkeluarga, serta masa depan yang lebih baik. Ini merupakan bagian dari Early Warning System (EWS) agar berbagai persoalan remaja dapat dicegah sedini mungkin.” Tuturnya.
Mas Imam berharap kegiatan ini mampu menjadi gerakan berkelanjutan yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Probolinggo.
“Kami berharap seluruh sekolah, madrasah, orang tua, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan terus bersinergi dalam mendampingi para remaja. Anak-anak kita harus diberikan ruang untuk belajar, berkarya, dan menggapai cita-citanya sebelum memasuki kehidupan berumah tangga. Dengan kolaborasi yang kuat, kita optimistis dapat menekan angka perkawinan anak sekaligus mewujudkan generasi Kabupaten Probolinggo yang unggul, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.” Ungkapnya.
Melalui gerakan Penyuluh Go To School yang dilaksanakan secara serentak di 24 kecamatan, Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan penyuluh agama sebagai agen edukasi, pendamping, sekaligus mitra strategis dalam membangun generasi muda yang berkualitas, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
