Kontributor : Wahyu / Editor : Lutfi Hidayat
KRAKSAAN, 22 Juli 2026 – Upaya memperkuat kualitas pendidikan keagamaan dan karakter generasi muda terus dimaksimalkan di Kabupaten Probolinggo. Langkah konkret ini diwujudkan melalui kolaborasi strategis antara Dewan Pengurus Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC FKDT) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo.
Sinergi lintas sektor tersebut disepakati dalam pertemuan strategis yang digelar di Aula Ki Hajar Dewantara, Rabu (22/07/2026). Pertemuan ini berfokus pada integrasi sistem pendidikan formal dengan Madrasah Diniyah (Madin) untuk membendung isu-isu sosial remaja sekaligus mencetak generasi unggul.
Pertemuan dihadiri langsung oleh Ketua DPC FKDT Kabupaten Probolinggo, Ahmad Ubaidillah, bersama jajaran pengurus harian. Perwakilan DPC FKDT disambut oleh Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Hary Tjahjono, S.E., M.M., Sekretaris Dinas Yunita Nur Laili, para Kepala Bidang (Kabid) di lingkungan Disdikdaya, serta para pemangku kepentingan terkait.
Hary Tjahjono, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif DPC FKDT. Menurutnya, kerja sama ini merupakan tonggak penting dalam menyelaraskan pendidikan formal dan nonformal di daerah.
“Kolaborasi ini menjadi langkah bersama untuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih terintegrasi dan terkoordinasi, memperluas akses pendidikan keagamaan, sekaligus memperkuat karakter peserta didik. Diharapkan lahir generasi yang cerdas, berkarakter, religius, dan berdaya saing, sejalan dengan visi Kabupaten Probolinggo SAE,” ujarnya.
Ia menambahkan, ke depan akan dibentuk Tim Kerja Bersama yang melibatkan Disdikdaya, FKDT, Kemenag, hingga Bagian Kesra untuk merumuskan draf Memorandum of Understanding (MoU) sinergi pendidikan formal dan diniyah.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPC FKDT Kab. Probolinggo, Ahmad Ubaidillah menegaskan komitmennya untuk menyelaraskan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) serta integrasi kurikulum keagamaan lokal. Salah satu poin krusial yang diusulkan adalah penyesuaian skema jam pulang sekolah formal agar tidak berbenturan dengan KBM Madin di sore hari.
-
Regulasi Jam Sekolah: FKDT berharap Disdikdaya dapat mengatur regulasi jam pulang sekolah SD dan SMP agar siswa dapat mengikuti KBM Madin secara tepat waktu.
-
Jadwal Adaptif: Di sisi lain, pihak Madin siap menyesuaikan jadwal KBM agar lebih adaptif dengan ritme sekolah formal.
Selain masalah teknis pembelajaran, Gus Ubaid sapaan akrabnya, menekankan pentingnya penguatan karakter spiritual sebagai benteng pertahanan mental para siswa di era modern.
“Pendidikan karakter yang terintegrasi ini menjadi sarana vital untuk membendung berbagai isu sosial yang marak mengintai generasi muda saat ini, seperti bullying, pergaulan bebas, hingga maraknya ancaman judi online,” tegasnya.
Melalui komitmen bersama ini, Kabupaten Probolinggo optimistis mampu mencetak generasi masa depan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki fondasi moral dan spiritual yang kokoh.
